Mendes Yandri: Gotong Royong Masyarakat Lamakera Modal Besar Bangun Indonesia

Mendes Yandri: Gotong Royong Masyarakat Lamakera Modal Besar Bangun Indonesia

Mendes PDT Yandri Susanto mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat pada Reuni VII dan Munas II Keluarga Besar Lamakera se-Indonesia di Flores Timur.--Dok. Pemprov NTT

NTT.DISWAY.ID - Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai pembukaan Reuni VII dan Musyawarah Nasional (Munas) II Keluarga Besar Lamakera se-Indonesia yang digelar di Lapangan Bola Lamakera, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (3/7/2026).

Ribuan warga Lamakera dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam satu momentum untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai-nilai budaya, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah.

Pembukaan acara berlangsung semarak dengan iringan musik tradisional, tarian adat, dan tabuhan gendang yang menyambut para tamu undangan. Balutan kain tenun khas Lamakera serta prosesi penyambutan adat semakin memperkuat nuansa budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Lamakera, reuni tersebut bukan sekadar ajang melepas rindu, melainkan wadah mempererat silaturahmi lintas generasi, mengenalkan nilai-nilai adat kepada generasi muda, serta memperkuat jejaring keluarga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, serta Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen.

Dalam sambutannya, Mendes PDT Yandri Susanto mengaku terkesan dengan semangat gotong royong masyarakat Lamakera yang menurutnya masih terpelihara dengan sangat baik.

Ia menilai nilai kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat, mulai dari penataan lokasi, penyediaan konsumsi hingga penyambutan ribuan peserta, menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan desa dan bangsa.

"Semangat kebersamaan seperti ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga. Budaya gotong royong yang saya lihat hari ini merupakan warisan leluhur Lamakera yang menjadi modal sosial dalam membangun daerah dan bangsa," ujar Yandri.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong pembangunan desa yang berakar pada kearifan lokal. Semangat gotong royong dinilai mampu memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di tingkat desa.

Yandri juga mengajak masyarakat Lamakera yang tersebar di berbagai daerah agar terus menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun kemajuan Indonesia.

Ia secara khusus mendorong generasi muda untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan keterampilan, serta memanfaatkan berbagai peluang tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi bukti bahwa pembangunan desa, kawasan pesisir, dan wilayah kepulauan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

Johni menegaskan pembangunan desa hanya dapat berhasil apabila dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga diaspora.

Sumber: