Efek Begadang yang Jarang Disadari, Bisa Ganggu Imunitas hingga Kesehatan Mental

Efek Begadang yang Jarang Disadari, Bisa Ganggu Imunitas hingga Kesehatan Mental

Ketahui 9 efek begadang bagi kesehatan, mulai dari gangguan otak, daya tahan tubuh, hingga risiko penyakit jantung dan diabetes, serta cara mengatasinya.--Ilustrasi

NTT.DISWAY.ID - Begadang sudah menjadi kebiasaan yang cukup umum di kalangan masyarakat. Tuntutan pekerjaan, insomnia, mengerjakan tugas, hingga menonton pertandingan sepak bola sering kali membuat seseorang tidur larut malam.

Sesekali begadang memang belum tentu langsung menimbulkan gangguan kesehatan. Namun, jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan ini dapat memberikan dampak negatif bagi hampir seluruh organ tubuh.

Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses penting, mulai dari memperbaiki sel-sel yang rusak, menyeimbangkan hormon, hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jika waktu tidur tidak tercukupi, seluruh proses tersebut akan terganggu dan berisiko memicu berbagai masalah kesehatan.

BACA JUGA:Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari, Kebiasaan Sederhana dengan Segudang Manfaat

Berikut sejumlah efek begadang yang perlu diwaspadai.

1. Sulit Berkonsentrasi dan Fokus

Mengutip Healthline, kurang tidur membuat kinerja otak menurun. Akibatnya, kemampuan berkonsentrasi, mengingat informasi, hingga mengambil keputusan menjadi tidak optimal.

Begadang juga memperlambat waktu respons tubuh sehingga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara maupun bekerja. Bahkan, seseorang dapat mengalami microsleep, yakni tertidur selama beberapa detik tanpa disadari.

2. Daya Tahan Tubuh Menurun

Saat tidur, tubuh memproduksi berbagai zat yang berfungsi melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Jika waktu tidur berkurang, sistem imun menjadi lebih lemah sehingga tubuh lebih mudah terserang flu, batuk, maupun infeksi lainnya. Proses penyembuhan saat sakit pun biasanya berlangsung lebih lama.

3. Berat Badan Lebih Mudah Naik

Kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Produksi hormon pemicu rasa lapar meningkat, sementara hormon yang memberikan sinyal kenyang justru menurun. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah lapar, terutama pada malam hari, sehingga risiko makan berlebihan dan kenaikan berat badan menjadi lebih tinggi.

4. Meningkatkan Risiko Diabetes

Begadang juga dapat mengganggu kinerja insulin, hormon yang berfungsi mengatur kadar gula darah.

Akibatnya, tubuh lebih sulit menggunakan gula sebagai sumber energi sehingga risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 meningkat apabila kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga tekanan darah serta kesehatan pembuluh darah.

Sebaliknya, kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, serangan jantung, hingga stroke. Karena itu, memenuhi kebutuhan tidur menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.

6. Gangguan Sistem Pencernaan

Sumber: