Franco Baresi Meninggal Dunia, Warisan Sang Libero Abadi di AC Milan

Franco Baresi Meninggal Dunia, Warisan Sang Libero Abadi di AC Milan

Franco Baresi meninggal dunia pada usia 66 tahun. Simak perjalanan karier legenda AC Milan yang setia membela Rossoneri selama 20 tahun.--Tangkapan layar/@acmilan

NTT.DISWAY.ID - Dunia sepak bola berduka setelah legenda AC Milan, Franco Baresi, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 30 Juli 2026. Sosok yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa itu meninggalkan warisan besar bagi Rossoneri dan sepak bola Italia.

Bernama lengkap Franchino Baresi, pria kelahiran Travagliato, Brescia, Italia, pada 8 Mei 1960 tersebut dikenal sebagai pemain pertama yang mencatatkan diri sebagai one man club AC Milan. Sepanjang karier profesionalnya, Baresi hanya membela satu klub, yakni AC Milan.

Menariknya, masa kecil Baresi jauh dari dunia sepak bola. Ia tidak memiliki cita-cita menjadi pesepak bola profesional dan baru mulai mengenal pertandingan sepak bola melalui televisi saat berusia 10 tahun.

BACA JUGA:Roberto Mancini Resmi Kembali Tangani Timnas Italia, Bidik Euro 2028 dan Piala Dunia 2030

Perjalanan Baresi bersama AC Milan dimulai pada 1972 ketika ia bergabung dengan akademi klub saat berusia 12 tahun. Selama menjalani pembinaan, ia sempat bermain di berbagai posisi sebelum akhirnya menemukan peran terbaiknya sebagai seorang bek.

Lima tahun kemudian, Baresi mendapatkan kesempatan promosi ke tim utama AC Milan. Debut profesionalnya terjadi pada 23 April 1978 dalam ajang Serie A musim 1977/1978 saat usianya baru menginjak 17 tahun.

Meski hanya tampil satu kali pada musim debutnya, Baresi mulai menunjukkan kualitas luar biasa pada musim berikutnya. Di musim 1978/1979, ia menjadi pilihan utama sebagai libero dan mencatatkan 30 penampilan di Serie A.

Penampilan impresif Baresi membantu AC Milan meraih gelar Scudetto. Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Rossoneri selama 10 musim dan menghentikan dominasi Juventus di kompetisi domestik.

Namun, kesuksesan itu tidak berlangsung lama. AC Milan harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Serie B akibat skandal Totonero yang mengguncang sepak bola Italia.

Situasi tersebut membuat banyak pemain memilih meninggalkan klub. Sejumlah tim dari Italia hingga luar negeri juga berusaha memboyong Baresi. Meski demikian, sang bek muda memilih tetap bertahan demi membantu Milan bangkit dan kembali ke kasta tertinggi.

Kesetiaan Baresi kembali diuji ketika AC Milan harus turun ke Serie B untuk kedua kalinya pada musim 1982/1983. Berbeda dengan banyak pemain yang memilih hengkang, Baresi tetap menunjukkan loyalitasnya kepada klub yang membesarkan namanya.

Pengabdian itu berlanjut hingga dua dekade. Franco Baresi akhirnya memutuskan pensiun pada 1997 setelah membela AC Milan selama 20 tahun tanpa pernah memperkuat klub lain.

Selama kariernya bersama Rossoneri, Baresi mempersembahkan berbagai gelar bergengsi. Ia membantu Milan meraih enam trofi Serie A, dua gelar Serie B, empat Supercoppa Italiana, tiga trofi Liga Champions, dua UEFA Super Cup, serta dua Intercontinental Cup.

Dedikasi dan loyalitas luar biasa tersebut membuat AC Milan memberikan penghormatan spesial. Nomor punggung enam yang identik dengan Baresi resmi dipensiunkan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya bagi klub.

Sumber: