Gempa Flores Hari Kelima: 11.862 Warga Mengungsi di Kabupaten Sikka

Gempa Flores Hari Kelima: 11.862 Warga Mengungsi di Kabupaten Sikka

Update gempa Sikka 19 Agustus 2026 mencatat 11.862 pengungsi, 2.560 rumah rusak, serta 61 korban terdampak, termasuk 6 meninggal dunia.--Dok. Pemprov NTT

NTT.DISWAY.ID - Memasuki hari kelima bencana gempa bumi Flores pada Rabu, 19 Agustus 2026, Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di BPBD Kabupaten Sikka kembali menyampaikan pembaruan data kebencanaan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data terbaru, jumlah warga yang mengungsi di Kabupaten Sikka mencapai 11.862 jiwa dari 3.285 kepala keluarga (KK).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.203 jiwa dari 324 KK berada di pusat pengungsian Gelora Samador Maumere. Sementara itu, 10.659 jiwa dari 2.961 KK lainnya memilih mengungsi secara mandiri dan tersebar di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:Bantu Korban Gempa NTT, Satpol PP Turunkan Personel ke Posko Tanggap Darurat

Pengungsi mandiri tercatat tersebar di delapan kecamatan, yakni Alok sebanyak 2.940 jiwa dari 803 KK, Alok Barat 965 jiwa dari 201 KK, Alok Timur 66 jiwa dari 19 KK, Bola 210 jiwa dari 72 KK, Hewokloang 135 jiwa dari 54 KK, Kangae 3.213 jiwa dari 1.036 KK, Talibura 1.812 jiwa dari 409 KK, serta Palue 2.521 jiwa dari 690 KK.

Sementara itu, kerusakan rumah warga akibat gempa tercatat mencapai 2.560 unit. Kerusakan tersebut terdiri dari 905 rumah rusak berat, 1.173 rumah rusak ringan, dan 482 rumah mengalami rusak sedang.

Dampak gempa juga dirasakan pada sejumlah fasilitas umum. Sebanyak 167 fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut meliputi 26 bangunan pemerintah, 31 fasilitas kesehatan, 47 fasilitas pendidikan, 11 ruas jalan, delapan unit prasarana, serta 44 rumah ibadah.

Untuk korban terdampak, data posko mencatat sebanyak 61 orang. Rinciannya terdiri dari enam orang meninggal dunia, 23 orang mengalami luka berat, 26 orang mengalami luka ringan, dan enam orang lainnya masuk dalam kategori korban terdampak lainnya.

Di tengah proses penanganan bencana, penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka juga terus dilakukan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Distribusi bantuan dilakukan ke 21 kecamatan yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan. Bantuan yang diterima masyarakat berasal dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT hingga partai politik, pihak swasta, perbankan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta dunia usaha lainnya.

Arus bantuan tersebut terus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa sekaligus mendukung proses penanganan di berbagai wilayah Kabupaten Sikka.

Sumber: