Gempa Flores Rusak 5.521 Ruang Kelas, Gubernur Melki Minta Tenda Belajar Segera Disediakan
Gubernur Melki meminta dukungan Presiden Prabowo untuk mempercepat pemulihan pendidikan pascagempa Flores, termasuk penyediaan tenda belajar.--Dok. Pemprov NTT
NTT.DISWAY.ID - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meminta dukungan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak gempa Flores.
Salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan Melki adalah penyediaan tenda yang dapat digunakan sebagai ruang belajar darurat. Langkah tersebut dinilai penting agar anak-anak di wilayah terdampak dapat kembali mengikuti kegiatan pendidikan meskipun sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan.
Permintaan itu disampaikan Melki dalam rapat penanganan gempa bumi dan percepatan pemulihan wilayah terdampak yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).
BACA JUGA:Pasca Gempa Flores, Gubernur Melki Dorong Pemulihan Ekonomi dan Penguatan UMKM NTT
“Untuk kebutuhan pendidikan, kami punya 1.041 (satuan pendidikan tingkat SMA, SMK dan SLB) se-NTT. Secara khusus untuk Flores, kami minta agar pendidikan di tenda bisa segera digelar. Kami butuh tenda agar pendidikan bisa segera dimulai. Karena kalau pendidikan sudah mulai berjalan, ini juga bisa mengurangi traumatis anak-anak,” ujar Melki di hadapan Presiden Prabowo.
Bagi Melki, bencana tidak boleh membuat proses pendidikan terhenti. Di tengah masa tanggap darurat, sekolah justru perlu kembali menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, sekaligus perlahan memulihkan kondisi psikologis mereka.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penyediaan tenda belajar dengan kapasitas sekitar 30 hingga 50 orang. Tenda tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bangunannya rusak atau belum memungkinkan untuk digunakan kembali.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, gempa Flores berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026 berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan yang tersebar di tujuh kabupaten dan mencakup delapan jenjang pendidikan.
Satuan pendidikan terdampak tersebut terdiri atas 204 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), satu Taman Kanak-Kanak (TK), 701 Sekolah Dasar (SD), 287 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 116 Sekolah Menengah Atas (SMA), 63 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), lima Sekolah Luar Biasa (SLB), serta satu satuan pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C.
Dampak gempa juga dirasakan oleh 177.678 siswa serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.
Sementara itu, sebanyak 5.521 ruang kelas tercatat mengalami kerusakan dan 502 sekolah mengalami kerusakan berat.
Pendidikan Jadi Salah Satu Prioritas Pemulihan
Komitmen mempercepat pemulihan sektor pendidikan kemudian ditindaklanjuti Melki melalui rapat koordinasi penanganan dampak gempa bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT di Kupang, Rabu (2/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Melki menegaskan pendidikan merupakan salah satu sektor vital yang harus segera kembali bergerak selama masa tanggap darurat maupun tahap pemulihan pascabencana.
Menurutnya, kembali berlangsungnya aktivitas pendidikan dapat memberikan tanda nyata bahwa proses pemulihan mulai berjalan bagi peserta didik dan masyarakat.
Sumber: