Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi Perairan NTT
--
NTT,Disway.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tenau Kupang mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter pada Selasa, 3 November 2026. Peringatan tersebut disampaikan Prakirawan Stasiun BMKG Tenau Kupang, Otniel Tino Jawa Nduruk, melalui informasi cuaca maritim RRI untuk periode 3 November pukul 08.00 WITA hingga 4 November 2026 pukul 08.00 WITA.
Potensi gelombang kategori sedang tersebut diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan, yakni Selat Alor bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, serta perairan Sabu Raijua. Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran maupun kegiatan di laut.
Otniel menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah perairan NTT secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 8 hingga 40 kilometer per jam.
“Jika kondisi cuaca pada saat akan melaut dirasa kurang bersahabat seperti angin kencang serta gelombang laut tinggi, diharapkan masyarakat maupun nelayan agar tidak melaut”, kata Otniel
Imbauan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan akibat perubahan kondisi angin dan gelombang di perairan NTT.
BMKG juga meminta masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan untuk memperhatikan perkembangan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melakukan perjalanan laut. Langkah tersebut penting agar nelayan dan pengguna transportasi laut dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi perairan yang diprakirakan.
Informasi cuaca maritim ini menjadi salah satu acuan bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pelayaran dan penangkapan ikan selama periode prakiraan berlangsung. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diimbau mengutamakan keselamatan dengan mempertimbangkan kondisi angin dan tinggi gelombang sebelum beraktivitas.
Sumber: