2. Pilih jenis minyak yang tepat
Minyak dengan lemak tak jenuh ganda tinggi, seperti minyak kedelai atau bunga matahari, lebih cepat rusak dibanding minyak dengan lemak jenuh tinggi seperti minyak kelapa.
Untuk menggoreng dalam, pilih minyak yang tahan panas dan netral seperti minyak kacang, alpukat, dedak padi, sawit, sayur, kanola, atau safflower. Jika disaring dan disimpan dengan benar, minyak ini dapat digunakan 3-4 kali, tergantung jenis makanan yang digoreng.
3. Tambahkan minyak baru setelah digunakan
Alih-alih mengganti seluruh minyak, menambahkan sedikit minyak baru dapat membantu menjaga volume, mengencerkan senyawa rusak, dan memperpanjang usia pakai minyak.
4. Cegah perpindahan rasa
Gunakan minyak berbeda untuk jenis makanan yang berbeda. Misalnya, minyak bekas menggoreng ikan sebaiknya tidak digunakan lagi untuk membuat donat.
5. Saring minyak setiap kali selesai digunakan
Ini penting untuk menghilangkan sisa makanan yang dapat mempercepat pembusukan. Makanan yang dilapisi tepung atau mengandung gula tinggi lebih cepat merusak minyak.
6. Jangan gunakan minyak berkali-kali
Setelah dipanaskan lebih dari empat atau lima kali, minyak akan kehilangan vitamin dan antioksidannya serta membentuk senyawa berbahaya. Sebaiknya, gunakan ulang maksimal tiga kali saja.