Di puncak ketenarannya, mantan Presiden Prancis Charles de Gaulle menyebutnya sebagai “ekspor Prancis yang sama pentingnya dengan mobil Renault”. Namun tidak semua pihak sepakat. Vatikan pernah menyebutnya “jahat”, dan beberapa bioskop di Amerika Serikat sempat ditangkap karena menayangkan filmnya dianggap terlalu berani secara seksual.
Selain dunia hiburan, Bardot juga menjadi figur kontroversial di bidang politik dan aktivisme. Ia tetap vokal dalam perjuangan hak-hak hewan setelah pensiun dari layar lebar pada 1973, serta pernah memuji Marine Le Pen sebagai “Joan of Arc abad ke-21” dan mendukung pencalonannya sebagai presiden pada 2012.
Pada Minggu, Le Pen memberi penghormatan kepada Bardot dengan menyebutnya sebagai “perempuan luar biasa” yang “sangat Prancis”.
Pernikahan Bardot pada 1992 dengan suami keempatnya, Bernard d’Ormale mantan penasihat Jean-Marie Le Pen juga memengaruhi pandangan politiknya. Ia pernah menyebut ayah Le Pen sebagai “pria yang menawan dan cerdas”, meski beberapa kali didenda puluhan ribu euro karena menghasut kebencian rasial.
Jordan Bardella, pemimpin Partai National Rally dan tokoh terdepan dalam bursa calon presiden Prancis, menulis penghormatan panjang untuk Bardot menyebutnya sebagai “patriot yang penuh semangat”.
“Brigitte Bardot adalah perempuan dengan hati, keyakinan, dan karakter. Seorang patriot yang bersemangat dan pecinta hewan yang ia lindungi sepanjang hidupnya. Ia sendiri mewujudkan satu era sejarah Prancis, dan terutama gagasan tentang keberanian dan kebebasan.” Ujar Bardella.