Semua bersinergi membangun infrastruktur, merekrut guru terbaik, dan memastikan tata kelola program berjalan akuntabel. Orang tua pun dilibatkan aktif lewat program parenting & pelatihan sosial.
Tak hanya fokus akademik, Sekolah Rakyat juga jadi "ruang terapi informal" untuk anak-anak yang pernah mengalami kekerasan atau diskriminasi.
Rutinitas terstruktur dan pengasuhan intensif di boarding school dinilai sangat efektif dalam membangun kepercayaan diri dan kesehatan mental anak miskin.
Dengan 53 sekolah siap beroperasi dan target ribuan siswa, Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek sosial, tapi inovasi pendidikan masa depan.
Dengan model boarding, fasilitas digital, pemilihan siswa berbasis kemiskinan, serta dukungan penuh pemerintah dan masyarakat, program ini jadi bukti nyata bahwa akses pendidikan berkualitas kini milik semua anak, bukan hak istimewa segelintir.(*)