Renungan Harian Katolik
“Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”
1. Bait Allah yang Dirobohkan dan Didirikan Kembali
Kisah Yesus yang mengusir para pedagang dari Bait Allah bukan sekadar adegan kemarahan, melainkan tanda cinta Ilahi yang murni terhadap kesucian tempat kudus. Yesus melihat Bait Allah — rumah doa bagi segala bangsa telah berubah menjadi pasar kepentingan pribadi.
Renungan Harian Katolik
“Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”
1. Bait Allah yang Dirobohkan dan Didirikan Kembali
Kisah Yesus yang mengusir para pedagang dari Bait Allah bukan sekadar adegan kemarahan, melainkan tanda cinta Ilahi yang murni terhadap kesucian tempat kudus. Yesus melihat Bait Allah — rumah doa bagi segala bangsa telah berubah menjadi pasar kepentingan pribadi.
2. Bait Allah: Dari Bangunan Menjadi Hati
Bagi bangsa Israel, Bait Allah adalah pusat ibadah dan simbol kehadiran Tuhan. Namun Yesus mengubah paradigma itu: kehadiran Allah kini bukan di gedung, melainkan dalam diri manusia.
“Ia berbicara tentang Bait Allah tubuh-Nya.” (Yoh 2:21)
Artinya: kini hati kita adalah Bait Allah yang hidup. Setiap kali kita menyambut Ekaristi, Tuhan berdiam di dalam kita tubuh dan darah Kristus menyatu dengan jiwa kita. Pertanyaannya: Apakah hati kita masih menjadi rumah doa, atau sudah menjadi pasar duniawi?
3. Bait Allah yang Penuh Suara Dunia