Zaman modern membuat hati manusia dipenuhi kebisingan: ambisi, kecemasan, pencitraan digital, dan kepentingan diri. Kita sering membiarkan hal-hal itu “berdagang” di dalam hati menukar kedamaian rohani dengan kesibukan duniawi. Yesus ingin membersihkan hati kita dari semua yang mencemari cinta. Seperti Ia membalik meja para pedagang, Ia juga ingin membalikkan hal-hal yang membuat kita jauh dari Tuhan: keegoisan, kemunafikan, dan kepura-puraan iman.
4. Bait Allah Harus Dibersihkan Setiap Hari
Pertobatan bukanlah peristiwa sekali jadi, melainkan proses harian. Setiap hari Tuhan ingin masuk dan membersihkan hati kita. Mungkin hari ini Bait Allah hatimu dipenuhi rasa iri. Besok mungkin kesombongan, lusa mungkin kekhawatiran. Dan setiap kali itu terjadi, Tuhan datang dan berkata:
"Singkirkan semua ini dari sini.” Ia tidak marah karena benci, tetapi karena cinta karena Ia ingin agar hati kita kembali murni sebagai tempat tinggal-Nya.
5. Tiga Hari yang Mengubah Segalanya
Ketika Yesus berkata:
“Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali,” para orang Yahudi tidak mengerti. Namun kita tahu: Ia berbicara tentang tubuh-Nya yang akan bangkit. Salib yang tampak sebagai kehancuran, justru menjadi fondasi kebangkitan. Bait Allah yang sejati tidak bisa dihancurkan oleh manusia, karena kehadiran Allah tidak lagi bergantung pada batu, melainkan pada kasih yang hidup di dalam Kristus.
6. Bait Allah dan Kita
Kita sering berpikir bahwa iman berarti pergi ke gereja, tapi Yesus mengingatkan bahwa iman sejati berarti menjadi gereja itu sendiri. Setiap kata yang kita ucapkan, setiap tindakan yang kita lakukan, menjadi batu hidup yang membangun Kerajaan Allah di dunia. Apakah rumah hatiku memuliakan Allah, atau justru dipenuhi transaksi duniawi?
7. Membersihkan dengan Kasih, Bukan Amarah
Tindakan Yesus keras tapi penuh cinta.
Ia tidak menghancurkan orang, melainkan menghancurkan dosa yang menghancurkan manusia. Demikian pula kita dipanggil untuk menegakkan kebenaran, namun dengan kasih dan belas kasih, bukan kebencian.