Sementara itu, Manggarai Barat diprakirakan berawan dengan suhu sekitar 24–31°C.
Cuaca NTT pada Malam Hari
Pada malam hari, sebagian besar wilayah NTT masih berada dalam prakiraan cuaca cerah.
Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Barat, Lembata, Rote Ndao, Nagekeo, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Sabu Raijua, Malaka, dan Kota Kupang tetap berada dalam prakiraan cerah.
Alor diprakirakan cerah berawan, sedangkan Manggarai Barat cenderung berawan.
Suhu malam hari relatif lebih rendah di wilayah Manggarai. BMKG memprakirakan suhu Manggarai berada pada kisaran 18–26°C.
Masyarakat tetap disarankan memantau pembaruan prakiraan BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.
Perairan Selatan Sumba Berpotensi Gelombang hingga 4 Meter
Selain kondisi cuaca daratan, masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan peringatan gelombang tinggi terbaru BMKG.
Mulai 16 September hingga 19 September 2026, terdapat satu wilayah perairan NTT yang masuk kategori gelombang tinggi, yakni Perairan Selatan Sumba.
Tinggi gelombang di wilayah tersebut diprakirakan mencapai 2,5–4 meter, yang masuk kategori tinggi dalam klasifikasi BMKG.
Kondisi ini perlu diperhatikan oleh nelayan, operator kapal, pengguna transportasi laut, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas wisata bahari di sekitar wilayah Sumba.
16 Perairan NTT Masuk Kategori Gelombang Sedang
Selain Perairan Selatan Sumba, BMKG mencatat 16 wilayah perairan NTT masuk kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter.
Wilayah tersebut meliputi:
- Selat Sape Bagian Selatan
- Perairan Taman Nasional Komodo
- Selat Pantar
- Selat Alor
- Perairan Selatan Flores
- Perairan Selatan Alor-Pantar
- Selat Sumba Bagian Barat
- Laut Sawu
- Selat Ombai
- Perairan Utara Sabu-Raijua
- Perairan Utara Timor
- Perairan Selatan Sabu-Raijua
- Perairan Utara Kupang-Rote
- Selat Pukuafu
- Perairan Selatan Timor-Rote
- Selat Sumba Bagian Timur
BMKG mencatat pola angin di wilayah NTT secara umum bergerak dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan sekitar 10–35 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah perairan dan berpotensi meningkatkan tinggi gelombang.
Angin Kencang Perlu Diwaspadai
Kecepatan angin hingga 35 knot yang tercatat dalam informasi maritim BMKG menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan masyarakat pesisir.
Angin yang cukup kuat dapat memengaruhi kondisi gelombang, khususnya di wilayah perairan terbuka seperti selatan Sumba.
Karena itu, nelayan dan pengguna transportasi laut sebaiknya memeriksa kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.