Berbeda dengan angin timur, angin barat umumnya berkaitan dengan periode musim hujan di wilayah NTT. Angin ini membawa massa udara yang lebih lembap, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan dan turunnya hujan.
Ketika angin barat mulai terasa, masyarakat biasanya mulai bersiap menghadapi perubahan cuaca. Langit yang sebelumnya cerah perlahan tertutup awan, hujan mulai turun, dan halaman rumah kembali basah setelah berbulan-bulan mengalami kekeringan.
Bagi petani, datangnya musim hujan menjadi kabar yang dinantikan. Tanah yang sebelumnya kering mulai mendapatkan air, sehingga aktivitas pertanian dapat kembali dilakukan. Tanaman jagung, padi, dan berbagai komoditas lokal mulai dipersiapkan untuk ditanam.