Pola Angin Picu Gelombang Tinggi di NTT

Pola Angin Picu Gelombang Tinggi di NTT

Pola angin picu Gelobang tinggi di NTT--

Disway.id,NTT - BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau mengeluarkan informasi prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku mulai tanggal 27 Agustus hingga 30 Agustus 2025. Berdasarkan analisis sinoptik, pola angin di wilayah NTT umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan antara 6 – 25 knot. 

Kecepatan tertinggi terpantau di sejumlah selat dan perairan strategis, seperti Selat Sape, Selat Flores – Lamakera, serta perairan utara dan selatan pulau-pulau utama di NTT. BMKG memprakirakan bahwa gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 – 2,5 meter akan terjadi di berbagai wilayah perairan. 

 

Pada 27-28 Agustus, gelombang sedang diprediksi terjadi di Selat Sape, Selat Flores – Lamakera, Selat Pantar, Selat Sumba bagian timur, Laut Sawu, serta perairan utara dan selatan wilayah Timor dan Rote. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut dengan wilayah terdampak yang hampir sama pada 28 hingga 29 Agustus.

Melalui info BMKG NTT disampaikan, Pada periode 29 hingga 30 Agustus, wilayah terdampak gelombang sedang sedikit bergeser. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, serta Perairan Sabu – Raijua. 

Meskipun tidak tergolong ekstrem, gelombang kategori ini tetap perlu diwaspadai, terutama bagi nelayan, operator kapal kecil, serta masyarakat pesisir yang beraktivitas di laut. Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan adanya gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,5 – 3 meter di beberapa wilayah perairan NTT. 

 

Pada tanggal 27-28 Agustus, gelombang tinggi berpotensi terjadi di Selat Sumba bagian barat, Perairan Selatan Sumba, dan Perairan Sabu–Raijua. Sementara itu, pada 28-29 Agustus, potensi gelombang tinggi masih berlanjut di Selat Sumba bagian barat dan Perairan Selatan Sumba.

 

Kabar baiknya, pada periode terakhir yakni 29 hingga 30 Agustus, tidak terpantau adanya wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi. Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan seluruh pengguna jasa kelautan untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang melalui sumber resmi.

 

BMKG Maritim Tenau mengimbau masyarakat, khususnya pelaku aktivitas pelayaran, nelayan, dan pengelola transportasi laut agar terus memantau perkembangan informasi maritim. Masyarakat disarankan menggunakan kanal resmi seperti situs web BMKG, media sosial, serta aplikasi INFO BMKG untuk mendapatkan update prakiraan cuaca dan gelombang secara real time. Keselamatan di laut menjadi tanggung jawab bersama, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis.

Sumber: